Sri Langka Bangkrut! Rakyat Tuding Presiden Korupsi

Sri Langka Bangkrut

idn – Negara Sri Langka dinyatakan bangkrut karena perekonomian negaranya telah runtuh. Sejak beberapa bulan lalu, para pengunjuk rasa telah menyerukan agar Presiden Sri Langka, Gotabaya Rajapaksa mundur karena dugaan korupsi dan tidak benar mengurus negara.

Jika dilihat secara menyeluruh, krisis ekonomi Sri Lanka terjadi karena negara kehabisan devisa untuk membiayai impor yang paling penting, termasuk makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.

Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe mengatakan negara tidak dapat membeli bahan bakar impor, bahkan dengan uang tunai. Efeknya, terjadi utang besar yang ditanggung oleh perusahaan minyak negara.

Untuk menghadapi krisis ini, Wickremesinghe mengatakan bahwa kesepakatan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) merupakan satu-satunya jalan agar negara dapat kembali pulih.
“Sri Lanka pins last hopes on IMF.” Ranil Wickremesinghe, Perdana Menteri Sri Lanka

Selain itu, Pemerintah juga berencana mencari bantuan kredit dengan negara-negara sahabat, termasuk India dan China. Pemerintah lain seperti Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Australia dilaporkan telah memberikan jutaan dolar sebagai bantuan.

Beberapa laporan menyebut Sri Lanka membutuhkan $6 miliar (Rp88 triliun) dalam beberapa bulan untuk menopang cadangannya, membayar tagihan impor yang membengkak, dan menstabilkan mata uangnya.

Akibat keruntuhan ekonomi ini, Sri Lanka mulai menghemat cadangan bahan bakar minyak (BBM) dengan menutup sekolah dan menghentikan layanan tidak penting selama dua pekan ke depan sejak 20 Juni 2022. Penutupan ini harus dilakukan karena negara menghadapi rekor inflasi tinggi dan pemadaman listrik yang berkepanjangan.

Artikel yang Direkomendasikan