Mengenal Bitcoin, Cryptocurrency dan Sistem Keuangan Masa Depan

idn – Dunia cryptocurrency sedang ramai menjadi perbincangan hangat. Seiring melonjaknya harga bitcoin, orang mulai bertanya-tanya dan ingin tahu. Dalam kesempatan kali ini kita akan lebih jauh mengenal bitcoin dan segala hal yang berhubungan dengan cryptocurrency. Serta, mampukah bitcoin menjadi sistem keuangan masa depan yang baru? Mari simak artikel di bawah ini.

 

Apa itu Bitcoin?

Mari mengenal bitcoin lebih jauh. Bitcoin merupakan mata uang digital, atau yang biasa kita sebut cryptocurrency. Di sini jelas, bahwa bitcoin adalah salah satu dari cryptocurrency. Yang kemudian dioperasikan melalui sistem yang disebut blockchain.

Cryptocurrency sendiri tidak hanya melulu soal bitcoin, tapi ada banyak. Ada ethereum, litecoin, dashcoin, dogecoin, dan lain sebagainya.

Berbicara soal bitcoin, muncul beberapa pertanyaan di benak saya, kamu, dan kita.

 

Siapa Pencipta Bitcoin?

Pencipta bitcoin adalah Satoshi Nakamoto, yang ternyata adalah pseudonym. Yaitu orang dengan alias yang hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya. Kemudian, apakah pencipta bitcoin itu kaya?

Siapapun Satoshi Nakamoto, mungkin ia sudah menjadi orang kaya saat ini. Sebab, konon kabarnya dulu ketika ia menciptakan bitcoin, dirinya menyisakan 1 juta bitcoin untuknya sendiri. Namun faktanya, Satoshi Nakamoto tidak pernah ada dan tidak pernah ada seorang pun yang menemukannya.

 

Mengapa Satoshi Nakamoto Menciptakan bitcoin?

Jika kira runut dari awal ide terciptanya bitcoin, bahwa bitcoin tidak hanya tercipta untuk membuat seseorang sekadar menjadi kaya, namun lebih dari itu. Bitcoin merupakan sistem keuangan yang baru.

Kita bisa mengasumsikan bahwa pencipta bitcoin adalah orang yang mungkin muak terhadap sistem keuangan yang bersifat zalim sekarang ini. Sistem keuangan yang hanya menguntungkan segelintir orang saja.

 

Bitcoin dan Blockchain

Secara sederhana, blockchain adalah sistem yang menjalankan cyrptocurrency. Dapay kita asumsikan bahwa blockchain adalah sistem bank digital sepenuhnya, tanpa campur tangan manusia.

Tentunya, sistem komputerisasi ini berbeda dengan sistem perbankan saat ini yang mudah diretas karena sistem yang tersentral.

Blockchain sebaliknya, sistem ini tidak memiliki sistem yang tersentral. Data disimpan dan tersebar di semua pengguna.

Ketika ada transaksi, sistem ini akan mengecek data yang ada pada pengguna, apakah data tersebut sudah valid atau tidak. Sistem blockchain akan memberikan stempel dalam bentuk simbol terenkripsi berupa angka-angka. Stempel ini disebut Proof of Work. Semua dilakukan otomatis dengan sistem blockchain. Sederhananya seperti itu. Mungkin untuk penjelasan lebih detak terkait blockchain akan kita bahas di artikel berikutnya.

 

Bitcoin Menjadi Sistem Keuangan Masa Depan

Ada beberapa alasan yang menjadikan bitcoin dapat menjadi sistem keuangan masa depan yang baru, berikut penjelasannya.

Bebas Inflasi

Bitcoin akan bebas inflasi, karena jumlahnya terbatas. Oleh penciptanya, bitcoin terbatas hanya sampai maksimal 21 juta koin saja yang beredar. Jumlah terbatas dan kepercayaan orang-orang yang menggunakannnya itulah yang menjadi salah satu alasan kenapa harga bitcoin melambung tinggi.

Bitcoin sama dengan emas, karena jumlah yang terbatas . Meskipun dalam bentuk digital.

Sementara, mata uang dapat dicetak berapapun oleh pemerintah. Jadi selain emas, bitcoin dapat menjadi salah satu solusi untuk perlindungan aset yang lebih baik. Ingat ini adalah bitcoin, bukan koin lain, karena cryptocurrency itu ada banyak. Saat artikel ini ditulis, sudah lebih dari 100 juta koin beredar.

 

Sangat Aman

Kita seringkali menemui orang yang bertanya, apakah bitcoin ini aman? Jawaban yang pasti, SANGAT AMAT AMAN. Karena bitcoin didukung penuh oleh sistem blockchain, yang mana sistem blockchain ini sangat susah sekali untuk diretas. Kenapa susah?

Seperti yang sudah dijelaskan secara singkat di atas, bahwa blockchain bukanlah sistem yang tersentralisasi dan data tersebut tidak hanya ada di dalam satu server tertentu. Data tersebut tersebar di semua pengguna. Agak mustahil rasanya untuk meretas sistem yang begitu rumit yang servernya tersebar di mana-mana.

Berbeda dengan sistem manual yang masih bergantung terhadap kemampuan manusia. Terkadang ada kelalaian, kesalahan, yang tidak bisa dihindarkan. Dengan sistem blockchain semua tereliminasi.

 

Tidak Tersentralisasi

Sebagian dari kita mungkin sudah mengetahui, bahwa ada 3 jenis uang yang beredar di dunia ini.

Emas dan Perak (God’s Money)

Alat tukar ini sudah digunakan selama ribuan tahun dan masih berlaku hingga sekarang. Uang ini diciptakan oleh alam semesta dan bumi itu sendiri.

 

Uang Pemerintah (Government’s Money)

Uang inilah yang sedang kita pegang sekarang dan dicetak oleh pemerintah.

 

Uang Masyarakat (People’s Money)

Ini merupakan uang yang tidak dikontrol oleh pemerintah manapun, tapi dapat digunakan sebagai sebagai alat transaksi yang aman dan bebas inflasi.

 

Emas dan perak kita tentu tahu semua, tidak ada yang bisa menggugat nilainya yang dari waktu ke waktu semakin bertambah. Sedangkan uang pemerintah dan uang masyarakat sama-sama diakui sebagai uang, hanya berdasarkan kepercayaan saja.

Keduanya sama-sama tidak memiliki nilai intrinsik. Perbedaan yang mencolok di antara keduanya ialah, yang satu berupa kertas dan yang satunya berupa digital.

Tapi, ada perbedaan sistem di antara keduanya. Karena bitcoin adalah uang yang tidak tersentralisasi, maka bitcoin tidak akan pernah menjadi korban politik negara manapun di dunia ini.

Berbeda dengan mata uang yang sangat rentan menjadi korban politik.

 

Mudah Dicek Keasliannya

Tidak ada yang bisa memalsukan bitcoin di dunia ini. Berbeda dengan uang yang sehari-hari kita pakai, dapat kita lihat dari beberapa kasus yang pernah terjadi terkait pemalsuan uang. Begitu pula emas, uang kertas dan emas, bagi yang tidak jeli akan sulit untuk membedakannya antara asli dan palsu.

Semua transaksi bitcoin akan diverifikasi oleh sistem blockchain, jika verifikasi gagal maka blockchain akan menggagalkan transaksi tersebut. Namun mengapa masih banyak yang tertipu dengan investasi bitcoin?

Mungkin lebih tepatnya mereka tertipu dengan model bisnis yang mencatut bitcoin. Lebih sering model bisnis ini menggunakan skema ponzi.

Mereka bisa tertipu, karena mereka tidak mengerti tentang sistem bitcoin yang sudah dijelaskan pada tulisan di atas.

 

Emas Portabel

Ini cukup menarik. Berbeda dengan emas yang sulit untuk kita bawa kemana-mana, bitcoin sangat mudah kita bawa kemanapun, bahkan lintas negara. Bitcoin dapat kita simpan dalam bentuk barcode ataupun dalam bentuk dompet digital yang kita miliki.

 

Perusahaan Besar Mengakui Bitcoin

Beberapa perusahaan besar di Amerika mulai menggunakan bitcoin sebagai salah satu alat transaksinya. Seperti Wikipedia, Microsoft, KFC, Burger King, Subway, Pizza Hut, Norwegian Air, dan lain-lain.  Kita yang tinggal di negara berkembang tentu saja lambat laun akan mengikuti perkembanga zaman.

 

Cryptocurrency adalah Masa Depan

Sebuah ide dan pemikiran muncul bahwa bisa saja cryptocurrency akan dijadikan senjata untuk meruntuhkan dollar. Saat ini pemerintah Rusia sudah mendukung penuh penggunaan Ethereum, dan mulai mengenalkannya kepada negara-negara di sekitarnya.

Permasalahan yang mendasar ialah ketika dollar hancur, perekonomian dunia juga akan runtuh dengan sendirinya. Kenapa begitu?

Sebab semua mata uang di dunia ini di backup oleh dollar. Hal ini disebabkan oleh perjanjian Bretton Woods.

Sebagai informasi sistem Bretton Woods ini terbentuk sekitar tahun 1944. Ini merupakan cara Amerika Serikat untuk menciptakan tatanan sistem perekonomian baru, dimana emas tidak lagi bisa menjadi nilai tukar tunggal dan Amerika Serikat menetapkan dollar sebagai nilai tukar pengganti emas.

Cina,sekutu Rusia saat ini sudah mulai mengurangi jumlah cadangan dollarnya. Sejarah akan berulang.

 

Sejarah menuliskan tidak pernah ada mata uang yang bertahan lama. Setiap 40 tahun sekali, selalu ada perubahan sistem mata uang.

Orang mengira, kita akan kembali kepada standar emas, yang ternyata hampir tidak mungkin. Hal yang sangat memungkinkan ialah, kita akan beralih ke mata uang digital. Bahkan banyak bank yang sudah memposisikan dirinya sebagai bank digital.

Menyimpan cryptocurrency bukan hanya soal menjadi kaya, namun ini adalah tentang bagaimana kita melindungi aset yang kita miliki. Untuk kemudian bersiap menghadapi perubahan yang akan terjadi.

 

Sumber: Angga Andinata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *