Inilah Penyebab Naik dan Turunnya Harga Cryptocurrency

idn – Sebagai aset, cryptocurrency kerap kali memiliki volatilitas harga. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab naik dan turunnya harga cryptocurrency.

Sebelum membahas lebih dalam, satu hal yang perlu kita ketahui. Ada banyak segala sesuatu di dunia ini yang naik dan turunnya harga tanpa didasari alasan yang jelas.

Hingga hari ini, banyak orang yang mengatakan bahwa cryptocurrency tidak memiliki fisik dan underlying yang jelas.

 

Apa Itu Underlying?

Contoh sederhananya ialah harga dasar dari sebuah properti. Dapat kita katakan bahwa sebuah properti sendiri terbagi ke dalam beberapa komoditas seperti tanah, bangunan, dan ongkos bangunannya. Sehingga muncul sebuah fisik dan underlying yang jelas.

 

Berbeda halnya dengan cryptocurrency. Aset kripto ini tidak dapat dilihat seperti kita melihat underlying sebuah properti.

Perbandingan yang sangat sederhana terhadap cryptocurrency adalah mata uang yang sekarang kita pakai, rupiah.

Apakah kita tahu berapa jumlah uang yang beredar di Indonesia saat ini?

Kemudian, kapat tepatnya uang-uang itu dicetak dan dimusnahkan?

Tentu saja kita tidak mengetahuinya dengan pasti, sebab pertanyaan di atas merupakan bagian dari konfidensialitas Bank Indonesia.

Uang rupiah merupakan salah satu hal yang tidak kita ketahui kejelasannya hingga hari ini. Tidak hanya rupiah, bahkan mungkin uang di seluruh dunia.

Ketika dilakukannya “kebijakan uang longgar”, dimana terjadinya penurunan suku bunga, biaya menjadi murah. Kita ternyata tidak mengetahui bahwa uang tersebut harus dicetak lebih banyak, untuk kemudian disebar ke masyarakat.

Oleh karena itu, kenapa uang kertas yang ada di kantong kita hari ini rawan sekali kehilangan nilai. Ketika ada sebuah barang, maka nilainya menjadi barang tersebut. Tapi ketika terjadi duplikasi dari barang tersebut, maka nilai uang kita menjadi setengahnya, begitu seterusnya.

 

Bagaimana Dengan Cryptocurrency?

Di dalam kasus yang sama cryptocurrency terasa sangat jelas. Kenapa begitu?

Kita ambil contoh bitcoin. Di dalam marketcap, kita dapat melihat dengan jelas bitcoin memiliki maksimum supply sebanyak 21 juta. Di dalam blockchainnya sendiri, semua orang dapat mengetahui alamat dompet mana yang memiliki jumlah bitcoin besar. Serta, jumlah peredaran bitcoin terlihat dengan jelas di dalam marketcap. Ketika tulisan ini dibuat jumlah bitcoin yang telah beredar di dunia sekitar 18.738.312.

 

Di cryptocurrency adalah pertandingan tanpa aturan, naik dan turun seperti apapun harga tidak ada suspensi atau pembatasan. Berbeda halnya yang terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI), di sana selalu ada pengawasan setiap saat. Apakah itu baik atau buruk? Mari kita kesampingkan dulu.

Di BEI ada sebuah pengaturan, ada yang terkena pembatasan karena pergerakan pasar yang tidak wajar. Naik dan turunnya sangat hati-hati. Jika turun, ada yang disebut dengan market halt, rehat sejenak. Sehingga kita bisa mengambil keputusan yang rasional. Apakah baik? Baik, jika saat itu kita anggap hal tersebut baik. Begitu pula sebaliknya.

Seharusnya jika sebuah harga itu turun, maka turun saja. Biarkan pasar yang melakukan hukuman terbaiknya. Saya rasa begitu.

Di cryptocurrency tidak memiliki aturan tersebut. Jadi, naik dan turun seperti apapun tidak ada suspensi. Dimana aturan tersebut diserahkan kembali kepada publik, kita semua. Baik atau buruk? Silahkan kalian yang menilainya.

 

Dari semua hal di atas kita sudah mengetahui sedikit lebih dalam tentang naik dan  turunnya sebuah harga di pasar. Kemudian, hal apa saja yang menjadi penyebab naik dan turunnya harga cryptocurrency? Simak penjabaran berikut.

Sentimen

Kita tahu beberapa waktu yang lalu Elon Musk pernah nge-tweet sebuah koin, dogecoin. Tiba-tiba seketika sentimen orang-orang menjadi terapresiasi terhadap dogecoin akibat dari Elon Musk. Yang mana, kita sendiri pun tidak tahu maksud dari Elon menulis hal tersebut untuk apa, tidak ada yang mengetahuinya.

Namun, sentimennya terjustifikasi secara bersamaan menjadi positif. Maka, harganya tiba-tiba melonjak drastis. Sebagai informasi, dogecoin hanyalah sebuah coin meme. Penjelasannya dapat kamu lihat di artikel Dogecoin: Sejarah dan Misi Terselubung.

Selain Elon Musk, media cukup berpengaruh dalam membentuk sentimen publik. Contohnya ketika CNBC memberitakan tentang pelarangan cryptocurrency di Cina, maka terbentuk sebuah sentimen yang mana mengakibatkan turunnya harga. Dalam kasus ini banyak yang beranggapan bahwa apayang dilakukan media ketika itu ialah menebar FUD / ketakutan. Sebagai informasi bahwasanya sejak beberapa tahun yang lalu pemerintah Cina sudah melarang cryptocurrency di negaranya. Namun, kejadian ini terus menerus digoreng oleh media, sehingga terbentuklah sentimen negatif.

 

Utilisasi

Cryptocurrency adalah bagian dari revolusi digital, suka ataupun tidak itulah kenyataannya. Pada akhirnya kita harus menyadari bahwa ada beberapa koin yang memiliki fungsi di dalam kehidupan kita. Walaupun ada beberapa di antara yang memang tidak memiliki fungsi yang berujung kepada scam.

Bagi beberapa koin yang memiliki fungsi, kita harus mengetahui fundamental dari koin tersebut.

 

Rule of Game

Kita sama-sama mengetahui, bahwa cryptocurrency merupakan pertandingan tanpa aturan. Naik turunnya harga tergantung publik. Namun, kita mesti tahu bahwa ada aturan di awal untuk mengatur jumlah supply dan demand yang tentu saja sudah dipikirkan di awal.

Halving Block

Ini adalah sebuah aturan yang mana setiap 4 tahun sekali terjadi penurunan reward bagi mereka yang melakukan penambangan cryptocurrency.

Maka lama kelamaan reward tersebut akan semakin sulit didapat. Secara logika, jika sesuatu semakin sulit didapat, maka supply nya juga akan mengalami kesulitan. Ketika supply nya menjadi sulit, maka demand akan meningkat. Ini merupakan hukum permintaan dan penawaran. Secara alami, hal ini akan mempengaruhi harga sebuah koin.

 

Token Burn

Selain Halving Block, kita juga mengenal Token Burn. Ini merupakan sebuah mekanisme dimana ada sebagian koin yang dimusnahkan dan tidak bisa dipakai kembali. Contohnya koin BNB, pada burn yang ke 15 BNB telah berhasil memusnahkan senilai 595 juta US dolar. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi over supply, sehingga membuat harganya lebih stabil.

 

Itulah tadi beberapa hal yang menjadi penyebab naik dan turunnya harga cryptocurrency.

 

Sumber: Ryan Filbert

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *