Inflasi di Inggris Sentuh 10%

Inflasi di Inggris

idnKantor Statistik Nasional Inggris (ONS) melaporkan inflasi di negeri ratu Elizabeth tersebut mencapai 10,1% pada Juli 2022, tertinggi sejak 40 tahun terakhir. Di bulan sebelumnya inflasi Inggris sudah mencapai 9,4%.

ONS melaporkan bahwa kenaikan harga pangan adalah penyumbang terbesar laju inflasi bulan ini. Sebagai contoh, harga 1 liter susu telah meningkat 2 kali lipat di beberapa toko sejak awal tahun ini.

ONS menambahkan bahwa terdapat juga peningkatan terhadap harga perumahan dan layanan rumah tangga, termasuk bahan bakar dan transportasi, yang semakin memperparah lonjakan inflasi di Inggris.

CEO Dynamic Economic Strategy, John Silvia mengatakan melonjaknya inflasi di Inggris dapat memperburuk tekanan harga di tempat lain, termasuk di AS, serta membuat pasar crypto kembali terguncang.

Alasannya, Bank of England (BoE) diperkirakan akan suku bunga lebih cepat karena inflasi diperkirakan mencapai 13% akhir tahun ini. Peningkatan suku bunga itu diprediksi akan membuat nilai pound Inggris menguat.

Sebaliknya, kebijakan ini akan membuat dolar AS melemah sehingga konsumen Amerika kemungkinan akan membayar lebih untuk impor dalam bentuk dolar, yang dapat menambah inflasi domestik.

Jika The Fed merespon hal ini dengan kenaikan suku bunga yang lebih agresif, maka pasar aset berisiko, seperti saham dan crypto berada di bawah tekanan. Sebab, Amerika adalah negara dengan investor crypto terbesar di dunia.

Sentimen inflasi di Inggris terlihat telah sedikit mempengaruhi pasar crypto. Pada 18 Agustus 2022, kapitalisasi pasar crypto telah koreksi sebesar 2,46%. Aset crypto populer juga ikut menurun, seperti Bitcoin (-2,39%), ETH (-2,35%), BNB (-3,92%), dan lainnya.

Artikel yang Direkomendasikan