Harga Bitcoin dan Prediksi Pekan Ini

idn – Harga Bitcoin sempat menyentuh US$56.000 per keping. Meski kemudian harus tenggelam mendekati angka US$51.000 keesokan harinya. Sebuah hal yang tidak terduga dari analisis sebelumnya.

Namun, di waktu yang sama, harga Bitcoin mendapat dorongan kuat dari pengumuman Elon Musk bahwa masyarakat akan bisa menggunakan raja aset kripto tersebut untuk membeli Tesla. Lantas, bagaimana analisis untuk pekan ini?

Bitcoin Memulai Bullish

Melansir Cointelegraph, harga Bitcoin pada pekan ini baru diprediksi akan memasuki tren bullish jika menggunakan metode analisis stock-to-flow. Analisis tersebut menggambarkan tren berdasarkan suplai barunya di setiap periode.

Memang, saat ini harga Bitcoin masih dalam fase terkoreksi dan bergerak dalam jalur yang menurun. Namun, rebound harga tersebut melebihi titik reratanya dalam 50 hari terakhir (50-day simple moving average) di US$52.000 pada Jumat pekan lalu diharapkan bisa berlanjut pada pekan ini meski dampaknya masih rendah.

Dalam jangka menengah, peristiwa tersebut bisa mendorong harga Bitcoin menyentuh target objektif barunya di US$71.112 per keping. Kondisi tersebut juga didukung bahwa nilai Relative Strength Index (RSI) Bitcoin masih berada di area yang positif.

Sekadar informasi, indikator RSI mencerminkan fluktuasi harga aset demi mengevaluasi apakah aset tersebut bersifat overbought atau oversold. Semakin rendah angka RSI, maka aset tersebut dinilai oversold, sehingga bisa mengerek harga turun.

Prediksi serupa juga dihasilkan jika melihat dari aspek fundamental. Analis Bloomberg Intelligence Mike McGlone berpendapat bahwa Bitcoin akan memasuki pola bullish yang signifikan yang didukung beberapa faktor. Salah satunya adalah kemungkinan maraknya investor institusi yang menggenggam Bitcoin lantaran nilai dolar AS diprediksi akan semakin rendah setelah suplai uang di AS naik 25% dalam setahun terakhir.

Waspada Sentimen Bearish

Dari sisi teknikal, harga Bitcoin bisa terkoreksi mendekati US$43.000 per keping jika harga Bitcoin berjibaku untuk melampaui titik reratanya di 50 hari terakhir di US$52.000. Adapun pada Senin (29/3) titik resistance harga Bitcoin masih di angka US$56.500 per keping.

Sementara itu, dari sisi fundamental, investor juga perlu mewaspadai kabar mengenai langkah-langkah bank sentral di seluruh dunia dalam merespons Bitcoin dan aset kripto lainnya. Pada pekan lalu, otoritas moneter Mesir dan Norwegia menegaskan kembali kekhawatiran mereka kepada aset kripto dengan menyebut bahwa aset ini berisiko tinggi dan memiliki volatilitas tinggi.

Tak hanya itu, bank sentral Korea Selatan juga mengingatkan bahwa permintaan Bitcoin akan punah jika bank-bank sentral sudah memperkenalkan mata uang digital versinya, atau biasa disebut Central Bank Digital Currencies (CBDC).

Sumber: Pluang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *