CEO FTX: Bank Sentral Amerika Adalah Biang Kerok Market Crash!

Bank Sentral Amerika

idn – Dalam wawancaranya dengan National Public Radio (NPR), CEO FTX, Sam Bankman-Fried menyalahkan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) atas kehancuran pasar crypto. SBF menyebut kenaikan suku bunga yang sangat agresif adalah pemicu investor kabur dari pasar crypto.

“The core driver of this has been the Fed. The Fed is raising interest rates aggressively to fight high inflation, and that has led to a ‘recalibration’ of expectations of risk.” Sam Bankman-Fried, CEO FTX.

Pekan lalu, The Fed menaikkan suku bunga 0,75% sehingga membawa suku bunga acuan menjadi 1,5%-1,75%. Bahkan, The Fed telah mengisyaratkan kenaikan suku bunga lebih lanjut yang kemungkinan lebih banyak berita buruk bagi pasar crypto.

Sebenarnya, komunitas crypto telah menggambarkan aset crypto sebagai lindung nilai inflasi dan diversifikasi portofolio. Namun, perilaku pasar crypto yang menyamakan aset crypto dengan saham membuat klaim ini melemah dalam beberapa bulan terakhir.

Di sisi lain, SBF juga menjelaskan crash kali ini dapat memperketat regulasi crypto seperti yang sedang diperdebatkan di Washington. Bahkan, miliarder ini memprediksi akan ada regulasi khusus tentang bagaimana leverage digunakan dalam industri crypto dan bagaimana sistem transparan perusahaan crypto untuk beroperasi.

Rumor kebangkrutan yang terjadi pada beberapa proyek crypto, seperti platform pemberi pinjaman Celsius Network dan Babel Finance, dan hedge fund Three Arrows Capital juga membuat investor dan pasar crypto secara menyeluruh semakin menderita.

Selain itu, meski banyak exchange crypto yang melaporkan telah memecat karyawannya, seperti yang dilakukan Coinbase dan Gemini, FTX terpantau belum melakukannnya saat ini. SBF memiliki sikap yang lebih bertanggung jawab untuk merekrut daripada pesaingnya yang lebih agresif.

Artikel yang Direkomendasikan