90% Bank Sentral Seluruh Dunia Mempelajari Uang Digital, Indonesia Kapan?

Bank Sentral

idn – Bank of International Settlements (BIS) melaporkan sekitar 90% bank sentral di seluruh dunia sedang mempelajari manfaat terhadap adopsi uang digital negara atau CBDC.

Adapun 26% CBDC dilaporkan sedang menjalankan percontohan pada CBDC. Sedangkan lebih dari 60% sedang melakukan eksperimen atau pembuktian konsep yang terkait dengan CBDC.

BIS menyebut bahwa Yuan digital yang dikeluarkan bank sentral Tiongkok saat ini memegang posisi dominan dengan 261 juta pengguna. Selain itu, lebih dari 60 yurisdiksi sekarang memiliki sistem pembayaran ritel yang cepat.

Sementara itu, Indonesia melalui Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan konsep Rupiah digital akan dipersembahkan untuk dibahas di Presidensi G20 Indonesia.

“Kami dalam proses penerbitan digital Rupiah, insyaAllah pada 2022 kami akan luncurkan dan umumkan konseptual desainnya, sekarang dalam tahap finalisasi, untuk nanti kedepannya persembahan dan komitmen Indonesia di G20.” Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia.

Perry menjelaskan penerbitan Rupiah digital menjadi penting melihat perkembangan aset digital seperti crypto yang telah berkembang pesat dalam beberapa tahun belakangan.
Karena itu, BI ingin membuat konsep Rupiah Digital dengan melihat implikasinya terhadap makro ekonomi, moneter, dan stabilitas keuangan sehingga produk yang dihasilkan telah matang.

Saat ini Perry juga masih mempertimbangkan beberapa hal terkait penerbitan Rupiah Digital, seperti apakah Bank sentral harus menerbitkan Rupiah digital secara wholesale atau dengan metode retail.

Selain itu, apakah Rupiah digital harus diterbitkan secara individu atau bekerjasama dengan swasta, serta lewat platform apa CBDC harus diterbitkan.

Artikel yang Direkomendasikan