1 Tahun Bear Market Kripto

Bear Market

idn – Sudah sekitar setahun pasar kripto mengalami bear market karena mayoritas aset kripto saat ini diperdagangkan lebih rendah daripada tahun sebelumnya. Meski pada November 2021 banyak aset kripto yang ATH, namun nilai itu tidak berlangsung lama karena di bulan bulan selanjutnya kripto terjun bebas.

Pada 25 Mei 2021, aset kripto utama Bitcoin diperdagangkan di harga $39.284 dan terus mengalami peningkatan di bulan bulan berikutnya hingga puncaknya membuat ATH di angka $69.000 pada November 2021. Namun, per 25 Mei 2022, Bitcoin diperdagangkan di harga $29.612 memberikan kerugian 24% dalam setahun terakhir.

Raja altcoin, Ethereum mengalami nasib lebih parah karena mengalami penurunan sekitar 31,71% dengan harganya di tahun lalu. Tahun lalu ETH diperdagangkan di harga $2.889 dengan banyaknya sentimen positif, termasuk salah satunya akan diprediksi ke $10.000. Berbanding terbalik, kini sentimen negatif menyelimuti ETH, di mana harganya diprediksi akan ke $1.500.

Selamjutnya, koin yang dikembangkan oleh Charles Hoskinson ini telah anjlok sekitar 71% dari harganya tahun lalu. Meski, pertumbuhan ekosistem Cardano terbilang cukup signifikan, nampaknya hal ini tidak memberikan efek terhadap perkembangan harga ADA yang per 25 Mei diperdagangkan di harga $0,51.

Sebelas dua belas dengan ADA, koin meme DOGECOIN(DOGE) nilainya telah merosot sekitar 76% dengan harganya tahun lalu. Pada 25 Mei 2021, DOGE bernilai $0,35 tetapi per 25 Mei 2022 hanya diperdagangkan di angka $0,083. Bahkan, grafiknya dalam setahun tidak menunjukan adanya tanda-tanda bounce back.

Berbanding terbalik dengan keempat aset kripto sebelumnya, BNB merupakan aset kripto yang mengalami penurunan terkecil dibanding aset lainnya, yaitu sebesar 13,42% dengan harganya di tahun lalu. Dengan fundamental yang cukup kuat seperti adanya Exchange Binance, rutin melakukan burn, dan CEO-nya yang cukup aktif dan disenangi banyak komunitas kripto membuat koin BNB hanya sedikit terdampak, meskipun di atas kertas tetap dalam kondisi bear market.

Artikel yang Direkomendasikan